Hadirnya bangsa Barat di Nusantara lantaran
kejadian tempo dulu. Pada tahun 1453 Konstantinopel jatuh di daerah Laut
Tengah. Lebih tepatnya jatuh ditangan
Turki Usmani . "latar belakang datangnya bangsa-bangsa barat ke Indonesia: Jatuhnya Konstantinopel ke tangan turki usmani (1453)" (Sardiman AM, Dkk, 2014 : 19). Sejak saat itu bangsa Eropa kesulitan mendapatkan rempah-rempah.
Lantas mereka berusaha untuk mendapati kawasan penghasil rempah-rempah di
wilayah timur. Dimulailah petualangan bangsa Eropa yang dirintis oleh Portugis
dan Spanyol. Portugis mempunyai peranan sebagai penemu kawasan penghasil
rempah-rempah di Kepulauan Nusantara. Sehingga Belanda dan Inggris turut serta
dalam petualangan. Tujuan mereka tidak hanya untuk mendapatkan kawasan daerah
penghasil rempah-rempah, adapun tujuan lainnya yang mencakup gold (memburu
kekayaan emas), glory (memburu kejayaan) hingga gospel (menyebarkan agama).
A. Spanyol
Diawali
dari inisiatif Chirsthoper Colombus, tanggal 3 Agustus 1492 ia berlayar ke arah
barat dari pelabuhan Spanyol untuk mendapati
daerah penghasil rempah-rempah. Satu bulan kemudian ia sampai di sebelah
barat Afrika yaitu Kepulauan Kanari. Petualangan itu berlanjut hingga Samudra
Atlantik. Peristiwa yang tak terduga pun terjadi, salah satu kapalnya rusak.
Peristiwa itu membuat para pasukannya pesimis. Namun perjalanan itu berlanjut
sampai di Kepulauan Bahama pada 12 Oktober 1492 dan mempunyai singgahan yang
diberi nama San Salvador. Perjalanan dilanjutkan hingga pendaratan di Haiti.
Merasa puas dengan perjalanannya, ia kembali ke Spanyol untuk laporan kepada
Ratu Isabella bahwa dari perjalanannya, Colombus menemukan daerah penghasil
rempah-rempah yaitu Benua Amerika.
Magelhuaens,
penerus petualangan dengan berlayar ke arah timur. Lintasan yang diambil
Magelhuaens sama seperti Colombus. Ia singgah di daerah yang didapati selat
sempit di ujung selatan Benua Amerika
yang diberi nama Selat Magellan. Setelah meninggalkan Samudra Atlantik
selama
3
bulan, pada Maret-April 1521 ia mendarat di Pulau Guam dan melanjutkan petualangan sampai di Kepulauan
Massava (Filipina). Terjadi peperangan antara penduduk (Warga Mactan) dengan
Magellan dan pengikut, lantaran penduduk menentang pernyataan dari Magellan
bahwa Massava merupakan daerah koloni Spanyol. Magellan tewas dalam peperangan
itu, dan para pasukannya yang masih hidup bergegas meninggalkan Filipina dengan
berlayar ke selatan dibawah pimpinan Sebastian del Cano.
Dibawah naungan del Cano, akhirnya pada
tahun 1521 ia dan pasukannya tiba di Kepulauan Maluku yang ternyata daerah
penghasil rempah-rempah. Tak lama berfikir, mereka langsung bertindak untuk
membawa rempah-rempah hingga memenuhi kapal dan bergegas pulang ke Spanyol.
Mereka pulang menuju Spayol dengan menggunakan jalur barat atas informasi dari
orang indonesia dengan melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Lantas
petualangan dengan pimpinan Magellan ini dikabarkan untuk yang pertama kali
mengelilingi dunia. “Dengan penjelajahan dan pelayaran yang dipimpin oleh
Magellan itu maka sering disebut-sebut bahwa tokoh yang berhasil mengelilingi
dunia pertama kali adalah Magellan”. (Sardiman AM, Dkk, 2014 : 12)
B.
Portugis
Manuel I sang raja portugis, penasaran
dengan keberhasilan Colombus mendapati daerah pengahasil rempah-rempah di
Hindia. Maka ia memerintahkan Vasco da Gama melakukan penyelidikan supaya dapat
melakukan pelayaran menuju Hindia. Beruntung Bartholomeus Diaz si pelaut
portugis pernah melakukan pelayaran menelusuri pantai barat Afrika dengan tujuan
mencari daerah timur. Namun pada tahun 1488 perjalanan Diaz terhambat
dikarenakan ombak besar. Sehingga ia singgah di Ujung Selatan Benua Afrika yang
dinamakan Tanjung Harapan lalu pulang ke negaranya.
Vasco da Gama memulai
perjalanannya pada Juli 1497 bedasarkan informasi dari perjalanan Bartholomeus
Diaz. Ditengah perjalanan ia singgah di Tanjung Harapan. Perjalanannya dipandu
oleh pelaut bangsa Moor. Mereka menggunakan rute pantai timur Afrika-belok
kanan-Samudra Hindia. Mereka melakukan pendaratan di Kalikut & Goa di
pantai barat india. Mereka jua menyiapkan patokan yang disebut Padrao yang
diberi pahatan lambang bola dunia untuk dipasangkan didaerah yang telah mereka
singgahi agar mengetahui bahwa itu adalah daerah temuan Portugis. Atas
keberhasilan penyelidik Vasco da Gama maka ia dijadikan penguasa di Goa dengan
kantor dagang yang dilengkapi dengan benteng.
Orang portugis sadar bahwa
India bukanlah daerah penghasil rempah-rempah setelah bertahun-tahun tinggal.
Dan terdengar bahwa pusat perdangan rempah-rempah adalah Maluku maka
penyelidikan dilanjutkan dengan pimpinan Alfonso de Albuquerque. Pada tahuun
1511, Malaka berhasil dikuasai Portugis. “Pada tahun 1511 armada Portugis
berhasil menguasai Malaka” (Sardiman AM, Dkk, 2014 : 15) Aroma keberhasilan
mulai tercium, Kepulauan Nusantara hingga yang utama Kepulauan Maluku seakan
dekat dengan Portugis. Perdagangan orang islam pun terancam tidak bisa keluar
masuk selat Malaka sehingga perdagangan pindah ke daerah lain akibat tragedi
tahun 1511.
Pada tahun 1512 perlawanan
dimulai dari Pate Kadir (Katir) yang tidak lain adalah tokoh pemberani. “Pate
Kadir merupakan tokoh masyarakat yang sangat pemberani” (Sardiman AM, Dkk, 2014
: 16). Ia berhasil bersekutu dengan Hang Nadim.i Tapi Kadir terdesak sehingga ia meloloskan
diri ke Jepara hingga ke Demak. Demak jua menyiapkan pasukan untuk perlawanan
terhadap monopoli Portugis. Pasukan pimpinan Pati unus ini semakin kuat dengan
bergabungnya pasukan Pate Kadir. Tapi kekuatan mereka tidak menandingi kekuatan
Portugis.
C.
Belanda
Belanda pun tidak mau ketinggalan dengan
keberhasilan Spanyol dan Portugis . Pada
tahun 1596, Cornelis de Houtman dengan empat buah kapal yang memuat 249 orang
awak beserta 64 meriam,memimpin pelayaran mencari daerah asal rempah-rempah ke
arah Timur mengambil jalur seperti yang ditempuh Portugis. Pada tahun 1596
Cornelis de Houtman bersama rombongan sampai di Indonesia dan mendarat di
Banten.Mereka ditolak oleh rakyat Banten karena sifatnya yang kasar dan tamak
sehingga hanya membawa sedikit rempah-rempah.
Pada tahun 1598, setelah Cornelis de Houtman, Jacob Van Neck menyusuri jalan Cornelis de Houtman untuk pergi ke Banten.Di Banten mereka disambut dengan baik karena tidak seperti sebelumnya, mereka mengganti sikapnya menjadi baik dan ramah sehingga mereka pulang dengan membawa banyak rempah-rempah.”Rakyat Banten pun kembali menerima kedatangan orang-orang Belanda” (Sardiman AM, Dkk, 2014 : 17). Di Belanda mereka menjual rempah-rempah tersebut dengan harga yang berkali-kali lipat. Sehingga banyak Kongsi dagang Belanda yang lain berbondong-bondong ke Indonesia untuk mendapatkan rempah-rempah.Karena rempah-rempah yang dibawa ke Belanda banyak menyebabkan harga rempah-rempah menjadi turun sehingga para pedagang merugi. Atas perakara Johan van Olden barnevelt supaya seluruh usaha dagang tersebut dijadikan satu menjadi VOC.
Pada tahun 1598, setelah Cornelis de Houtman, Jacob Van Neck menyusuri jalan Cornelis de Houtman untuk pergi ke Banten.Di Banten mereka disambut dengan baik karena tidak seperti sebelumnya, mereka mengganti sikapnya menjadi baik dan ramah sehingga mereka pulang dengan membawa banyak rempah-rempah.”Rakyat Banten pun kembali menerima kedatangan orang-orang Belanda” (Sardiman AM, Dkk, 2014 : 17). Di Belanda mereka menjual rempah-rempah tersebut dengan harga yang berkali-kali lipat. Sehingga banyak Kongsi dagang Belanda yang lain berbondong-bondong ke Indonesia untuk mendapatkan rempah-rempah.Karena rempah-rempah yang dibawa ke Belanda banyak menyebabkan harga rempah-rempah menjadi turun sehingga para pedagang merugi. Atas perakara Johan van Olden barnevelt supaya seluruh usaha dagang tersebut dijadikan satu menjadi VOC.
D.
Inggris
Pada tahun 1577 Drake
berangkat berlayar dari Inggris ke arah Barat. Dalam pelayarannya, rombongan
ini memborong rempah-rempah di Ternate.Setelah mendapatkan banyak rempah-rempah
Drake pulang ke negerinya dan sampai di Inggris pada tahun1580. Pelayaran Drake
ini belum memiliki arti penting secara ekonomis dan politis.
Pada pelayaran tahun 1591, Lancester berhasil mengadakan pelayaran sampai ke Aceh dan Penang, sampai di Inggris pada tahun 1594. Pada bulan Juni 1602, Lancester dan maskapai perdagangan Inggris (EIC) berhasil tiba di Aceh dan terus menuju Banten. Di Banten, dia mendapatkan izin dan mendirikan kantor dagang.
Pada tahun 1604 pelayaran kedua EIC yang dipimpin Sir Henry Middleton berhasil mencapai Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Terjadi persaingan dengan VOC. Selama tahun 1611 - 1617, orang-orang Inggris mendirikan kantor dagang di Sukadana (Kalimantan Barat Daya), Makassar, Jayakarta, Jepara, Aceh, Pariaman, dan Jambi.
Pada tahun 1770 Cook berhasil mendarat di pantai Timur Australia dan menjelajahi pantai Australia secara menyeluruh pada tahun 1771. Oleh karena itu, James Cook sering dikatakan sebagai penemu Benua Australia.
Pada pelayaran tahun 1591, Lancester berhasil mengadakan pelayaran sampai ke Aceh dan Penang, sampai di Inggris pada tahun 1594. Pada bulan Juni 1602, Lancester dan maskapai perdagangan Inggris (EIC) berhasil tiba di Aceh dan terus menuju Banten. Di Banten, dia mendapatkan izin dan mendirikan kantor dagang.
Pada tahun 1604 pelayaran kedua EIC yang dipimpin Sir Henry Middleton berhasil mencapai Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Terjadi persaingan dengan VOC. Selama tahun 1611 - 1617, orang-orang Inggris mendirikan kantor dagang di Sukadana (Kalimantan Barat Daya), Makassar, Jayakarta, Jepara, Aceh, Pariaman, dan Jambi.
Pada tahun 1770 Cook berhasil mendarat di pantai Timur Australia dan menjelajahi pantai Australia secara menyeluruh pada tahun 1771. Oleh karena itu, James Cook sering dikatakan sebagai penemu Benua Australia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar