Selasa, 15 September 2015

Penjajahan bangsa barat di Nusantara


            Hadirnya bangsa Barat di Nusantara lantaran kejadian tempo dulu. Pada tahun 1453 Konstantinopel jatuh di daerah Laut Tengah. Lebih tepatnya jatuh ditangan Turki Usmani . "latar belakang datangnya bangsa-bangsa barat ke Indonesia: Jatuhnya Konstantinopel ke tangan turki usmani (1453)" (Sardiman AM, Dkk, 2014 : 19). Sejak saat itu bangsa Eropa kesulitan mendapatkan rempah-rempah. Lantas mereka berusaha untuk mendapati kawasan penghasil rempah-rempah di wilayah timur. Dimulailah petualangan bangsa Eropa yang dirintis oleh Portugis dan Spanyol. Portugis mempunyai peranan sebagai penemu kawasan penghasil rempah-rempah di Kepulauan Nusantara. Sehingga Belanda dan Inggris turut serta dalam petualangan. Tujuan mereka tidak hanya untuk mendapatkan kawasan daerah penghasil rempah-rempah, adapun tujuan lainnya yang mencakup gold (memburu kekayaan emas), glory (memburu kejayaan) hingga gospel (menyebarkan agama).


A. Spanyol

Diawali dari inisiatif Chirsthoper Colombus, tanggal 3 Agustus 1492 ia berlayar ke arah barat dari pelabuhan Spanyol untuk mendapati  daerah penghasil rempah-rempah. Satu bulan kemudian ia sampai di sebelah barat Afrika yaitu Kepulauan Kanari. Petualangan itu berlanjut hingga Samudra Atlantik. Peristiwa yang tak terduga pun terjadi, salah satu kapalnya rusak. Peristiwa itu membuat para pasukannya pesimis. Namun perjalanan itu berlanjut sampai di Kepulauan Bahama pada 12 Oktober 1492 dan mempunyai singgahan yang diberi nama San Salvador. Perjalanan dilanjutkan hingga pendaratan di Haiti. Merasa puas dengan perjalanannya, ia kembali ke Spanyol untuk laporan kepada Ratu Isabella bahwa dari perjalanannya, Colombus menemukan daerah penghasil rempah-rempah yaitu Benua Amerika.
Magelhuaens, penerus petualangan dengan berlayar ke arah timur. Lintasan yang diambil Magelhuaens sama seperti Colombus. Ia singgah di daerah yang didapati selat sempit di ujung selatan Benua Amerika  yang diberi nama Selat Magellan. Setelah meninggalkan Samudra Atlantik selama  3 bulan, pada Maret-April 1521 ia mendarat di Pulau Guam dan  melanjutkan petualangan sampai di Kepulauan Massava (Filipina). Terjadi peperangan antara penduduk (Warga Mactan) dengan Magellan dan pengikut, lantaran penduduk menentang pernyataan dari Magellan bahwa Massava merupakan daerah koloni Spanyol. Magellan tewas dalam peperangan itu, dan para pasukannya yang masih hidup bergegas meninggalkan Filipina dengan berlayar ke selatan dibawah pimpinan Sebastian del Cano.
Dibawah naungan del Cano, akhirnya pada tahun 1521 ia dan pasukannya tiba di Kepulauan Maluku yang ternyata daerah penghasil rempah-rempah. Tak lama berfikir, mereka langsung bertindak untuk membawa rempah-rempah hingga memenuhi kapal dan bergegas pulang ke Spanyol. Mereka pulang menuju Spayol dengan menggunakan jalur barat atas informasi dari orang indonesia dengan melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Lantas petualangan dengan pimpinan Magellan ini dikabarkan untuk yang pertama kali mengelilingi dunia. “Dengan penjelajahan dan pelayaran yang dipimpin oleh Magellan itu maka sering disebut-sebut bahwa tokoh yang berhasil mengelilingi dunia pertama kali adalah Magellan”. (Sardiman AM, Dkk, 2014 : 12)

B.    Portugis

            Manuel I sang raja portugis, penasaran dengan keberhasilan Colombus mendapati daerah pengahasil rempah-rempah di Hindia. Maka ia memerintahkan Vasco da Gama melakukan penyelidikan supaya dapat melakukan pelayaran menuju Hindia. Beruntung Bartholomeus Diaz si pelaut portugis pernah melakukan pelayaran menelusuri pantai barat Afrika dengan tujuan mencari daerah timur. Namun pada tahun 1488 perjalanan Diaz terhambat dikarenakan ombak besar. Sehingga ia singgah di Ujung Selatan Benua Afrika yang dinamakan Tanjung Harapan lalu pulang ke negaranya.
Vasco da Gama memulai perjalanannya pada Juli 1497 bedasarkan informasi dari perjalanan Bartholomeus Diaz. Ditengah perjalanan ia singgah di Tanjung Harapan. Perjalanannya dipandu oleh pelaut bangsa Moor. Mereka menggunakan rute pantai timur Afrika-belok kanan-Samudra Hindia. Mereka melakukan pendaratan di Kalikut & Goa di pantai barat india. Mereka jua menyiapkan patokan yang disebut Padrao yang diberi pahatan lambang bola dunia untuk dipasangkan didaerah yang telah mereka singgahi agar mengetahui bahwa itu adalah daerah temuan Portugis. Atas keberhasilan penyelidik Vasco da Gama maka ia dijadikan penguasa di Goa dengan kantor dagang yang dilengkapi dengan benteng.
Orang portugis sadar bahwa India bukanlah daerah penghasil rempah-rempah setelah bertahun-tahun tinggal. Dan terdengar bahwa pusat perdangan rempah-rempah adalah Maluku maka penyelidikan dilanjutkan dengan pimpinan Alfonso de Albuquerque. Pada tahuun 1511, Malaka berhasil dikuasai Portugis. “Pada tahun 1511 armada Portugis berhasil menguasai Malaka” (Sardiman AM, Dkk, 2014 : 15) Aroma keberhasilan mulai tercium, Kepulauan Nusantara hingga yang utama Kepulauan Maluku seakan dekat dengan Portugis. Perdagangan orang islam pun terancam tidak bisa keluar masuk selat Malaka sehingga perdagangan pindah ke daerah lain akibat tragedi tahun 1511.
Pada tahun 1512 perlawanan dimulai dari Pate Kadir (Katir) yang tidak lain adalah tokoh pemberani. “Pate Kadir merupakan tokoh masyarakat yang sangat pemberani” (Sardiman AM, Dkk, 2014 : 16). Ia berhasil bersekutu dengan Hang Nadim.i  Tapi Kadir terdesak sehingga ia meloloskan diri ke Jepara hingga ke Demak. Demak jua menyiapkan pasukan untuk perlawanan terhadap monopoli Portugis. Pasukan pimpinan Pati unus ini semakin kuat dengan bergabungnya pasukan Pate Kadir. Tapi kekuatan mereka tidak menandingi kekuatan Portugis.

  
C.    Belanda

             Belanda pun tidak mau ketinggalan dengan keberhasilan Spanyol dan Portugis . Pada tahun 1596, Cornelis de Houtman dengan empat buah kapal yang memuat 249 orang awak beserta 64 meriam,memimpin pelayaran mencari daerah asal rempah-rempah ke arah Timur mengambil jalur seperti yang ditempuh Portugis. Pada tahun 1596 Cornelis de Houtman bersama rombongan sampai di Indonesia dan mendarat di Banten.Mereka ditolak oleh rakyat Banten karena sifatnya yang kasar dan tamak sehingga hanya membawa sedikit rempah-rempah.
            Pada tahun 1598, setelah Cornelis de Houtman, Jacob Van Neck menyusuri jalan Cornelis de Houtman untuk pergi ke Banten.Di Banten mereka disambut dengan baik karena tidak seperti sebelumnya, mereka mengganti sikapnya menjadi baik dan ramah sehingga mereka pulang dengan membawa banyak rempah-rempah.”Rakyat Banten pun kembali menerima kedatangan orang-orang Belanda” (Sardiman AM, Dkk, 2014 : 17). Di Belanda mereka menjual rempah-rempah tersebut dengan harga yang berkali-kali lipat. Sehingga banyak Kongsi dagang Belanda yang lain berbondong-bondong ke Indonesia untuk mendapatkan rempah-rempah.Karena rempah-rempah yang dibawa ke Belanda banyak menyebabkan harga rempah-rempah menjadi turun sehingga para pedagang merugi. Atas perakara Johan van Olden barnevelt supaya seluruh usaha dagang tersebut dijadikan satu menjadi VOC.


D.   Inggris

                        Pada tahun 1577 Drake berangkat berlayar dari Inggris ke arah Barat. Dalam pelayarannya, rombongan ini memborong rempah-rempah di Ternate.Setelah mendapatkan banyak rempah-rempah Drake pulang ke negerinya dan sampai di Inggris pada tahun1580. Pelayaran Drake ini belum memiliki arti penting secara ekonomis dan politis.
            Pada pelayaran tahun 1591, Lancester berhasil mengadakan pelayaran sampai ke Aceh dan Penang, sampai di Inggris pada tahun 1594. Pada bulan Juni 1602, Lancester dan maskapai perdagangan Inggris (EIC) berhasil tiba di Aceh dan terus menuju Banten. Di Banten, dia mendapatkan izin dan mendirikan kantor dagang.
            Pada tahun 1604 pelayaran kedua EIC yang dipimpin Sir Henry Middleton berhasil mencapai Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Terjadi persaingan dengan VOC. Selama tahun 1611 - 1617, orang-orang Inggris mendirikan kantor dagang di Sukadana (Kalimantan Barat Daya), Makassar, Jayakarta, Jepara, Aceh, Pariaman, dan Jambi.
            Pada tahun 1770 Cook berhasil mendarat di pantai Timur Australia dan menjelajahi pantai Australia secara menyeluruh pada tahun 1771. Oleh karena itu, James Cook sering dikatakan sebagai penemu Benua Australia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar